Cea, kamu ingat kita suka di loteng kos kamu mlihat gunung merapi? Kemudian kamu cerita tentang megahnya tambora, dahsyatnya meledak gunung itu.
Cea, saat itu kamu berjanji ingin mengajakku menaklukkannya. Cea, karena km tau aku suka tempat yang tinggi agar merasa lapang saat sedih.
Cea, disini aku tak bisa melihat rooftop. Cuma ada balkon hotel yang tinggi. Tapi, setiap disitu ku lihat gunung dr situ, yang ku ingat hanya cerita soremu saat di loteng.
Cea, rindu rasanya bertemu denganmu, dan kita melakukannya lagi, duduk berdua menikmati senja dengan segudang cerita. Dan seperti biasa kita rebutan ngomong duluan akhirnya saling ngalah.