saat ini, aku sebenernya semakin tidak tahan dan sudah mulai malas dengan semua tingkah laku Abang Aril, ya gimana ya, seperti yang kamu tahu. Aku, sudah mulai merasa dia sudah terlalu banyak membuat aku merasa sangat tidak berguna.
cea, dia pernah berantem selama seminggu full, dan itupun juga sampai berdarah beberapa kali dalam seminggu sampai waktu itu kaosku berlumuran darah. ya gak sebanyak yang kamu pikirkan mungkin. tapi dia benar-benar membuatku berdarah hidung dan mulutku pecah.
cea, gimana kabarmu? aku ingin sekali menghubungi kamu boleh kah? yang aku berlumuran darah ini apa udah ku ceritain ya, aku lupa si. nggak papa lah ya aku cerita lagi?
kemudian ingat dia tidak mau aku pindah hanya untuk merawat orang tuaku, dia jahat banget tidak memberiku izin untuk merawat orang tuaku. padahal mereka banyak sekali membantu kehidupan rumah tangga ku selama ini.
cea, bolehkan aku menghubungimu? aku merasa menjadi lebih dekat sama kamu, akhir-akhir ini. ya sekalipun aku tidak menuliskan disini. dari bulan apa kemarin aku cerita terakhir. aku saat itu sudah jengah sekali, ketika dia bilang kita udahan aku udah iyakan, yang biasanya aku bertahan untuk anakku. Cea, berat banget aku lelah banget.
mengingat dia juga tidak rela aku carikan uang untuk keluargaku, rasanya sedih banget. padahal orang tua ku mau meberikan rumah juga. akhir-akhir ini aku ingat kamu. kenapa begitu ya? ya sudahlah memang begitu keadaanku sekarang. aku sudah hampir putus asa dan pengen bunuh diri. karena bingung, ya setidaknya dia menemaniku beberapa tahun terakhir ini. sekalipun dia merawat juga dengan seadanya.
Cea, aku rindu kamu sangat. cea. kamu dimana sayangku.