Cea, habis kita ketemu kemarin siang itu malam aku ke kos lagi, tau nggak aku ketemu dulman, dia usir aku untuk pergi dari hidup kamu. karena katanya aku sangat menyakitimu. kamu tertatih untuk dapat bangkit. mereka katanya hampir kehilangan temannya yang dulu dia kenal. mereka bilang mereka bersusah payah membangkitkan kamu kembali.
cea, apa begitu hancurnya kamu karena ku? aku sedih juga disini, hancur juga. lebih hancur daripada kamu. maafkan aku ya sayang. cea, aku merasa begitu dekat denganmu saat ini. aku sangat rindu kamu. terima kasih kemarin masih sangat baik sama aku. apakah temanmu baik semua? suatu saat aku harus berterima kasih sama mereka semua karena menemanimu. cea, tau nggak dulman biasanya nyebelin tapi baik. tapi untuk pertama kali aku melihat dia jahat banget tatapannya, marah bener-bener. aku tau dr sikap dia bagaimana keadaanmu selama ini. dia nggak ngapain-ngapain si cuma dorong keluar kamar saja yang aku mau masuk. tapi, aku merasakan banget dorongan dia yang penuh emosi dan jengkel sama aku.