Selasa, 01 September 2015

Hikz, Aku takut

Bulan lalu, aku mengunjungi kampung halaman Dia, ya perjalanan memang sangat melelahkan, setelah pesawat, harus speed, kemudian naik mobil 5 jam dan naik kapal lagi 5-6 jam. 

Dan waktu pertama aku memilih naik kapal, karena memang budgetnya kurang karena juga dibayarin mamaku. Cea, disana aku nggak bisa masak. Tapi cara mereka mengiris bawang merah seperti caramu. Membuatku mengingat kamu lagi dan lagi. 

Cea, aku penasaran apakah tempat tinggal mu seperti di daerah dia? Atau berbeda? Apa aku dianggap cantik atau aneh? Keluarga kamu menerima ku atau malah menanggapku asing? 

Cea, habis ini aku akan jauh2an sama dia. Dia nggak ada kabar ntah berapa lama, disana nggak ada sinyal. Ingin rasanya aku mengabarimu, saat ini apakah sama dia seperti sebelum lebaran? Dia membuatku menunggu 3 bulan tanpa kabar. 

Cea, kalau aku menghubungi mu, aku kok merasa aku paling jahat. Ya, karena disaat seperti ini aku merasa memiliki kesempatan untuk bertemu denganmu. Tapi, aku saat ini yakin kalau kamu akan masih bisa untuk menerima ku karena kebaikanmu, tapi ini pilihanku yang harus aku lalui yang aku sudah pilih, sekalipun rindu berat harusnya aku tidak mendatangimu. Cea, aku rindu. Bolehkan aku mendatangimu? 

Tapi aku bisa jadi diusir oleh semua teman-temanmu dan ya, aku sering sebenarnya melihatmu dari jauh dari kejauhan melihat kamu makan di burjo atau kamu masuk ke kos itu. Aku sekarang harus PP karena menjaga omongan orang di sekitar rumah ku. 
 
;